.: HiSMaG :.

PENDIDIKAN PROGRAM AKSELERASI

Posted by: lapsippipm on: Desember 3, 2010

Oleh : Hilyatin Millah A.


“ Jadilah Guru sekaligus Murid, menjadi Guru yang senantiasa memberikan ilmu dan menjadi murid yang selalu mencari Ilmu” (K.H . Ahmad Dahlan)

Banyak orang tua mendambakan putra-putrinya dapat memasuki pendidikan program akselerasi (percepatan) saat memasuki bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Terbayang dalam pikiran orang tua rasa bangga seandainya dapat terlaksana. Lalu bagaimanakah dengan perjuangan para siswa dalam menapaki dunia akselerasi di sekolah? Dapatkah mereka menikmati dan bangga seperti kebanggan orang tuanya?

Menurut hemat penulis program akselerasi menarik dicermati dan disiasati. Tuntutan kurikulum dan nilai UN yang terus meningkat, efek psikologis dan sosial bagi siswa menjadi salah satu faktor yang harus terus dikaji. Didunia ini, kurikulum pendidikan di Indonesia menempati urutan terpadat dalam membebani para siswanya. Apalagi waktu tempuh belajar harus diperpendek dari 3 tahun menjadi 2 tahun. Untuk itu sangat bijak jika jalan alternatif pembelajaran harus disiapkan sehingga tujuan yang sudah dicanangkan dengan teliti dan jeli dapat tercapai dan para siswanya dapat menikmati hidup dan kehidupan disekolah maupun dirumah dengan senang dan tenang.

Jalan alternatif yang dapat dijadikan aliran kepadatan lalu lintas percepatan pembelajaran di sekolah antara lain dengan penambahan jam tatap muka diluar jam wajib. Hal ini dapat dilakukan pada jam pelajaran ke nol atau setelah sekolah selesai. Kalau ini disetujui oleh siswa dan siswa meminta untuk dilaksanakan karena belum merasa belum mengerti dengan materi pelajaran yang disampaikan guru, karena terlalu banyak materinya, terlalu banyak tugas dirumah yang harus diselesaikan, tidak sempat ikut bimbingan belajar diluar sekolah, maka menurut hemat penulis ini menjadi wajib ditindak lanjuti oleh pengelola sekolah. Modifikasi pembelajaran yang lain dapat berupa remidiasi untuk nilai yang masih dibawah kriteria ketentuan minimal.
Adanya beberapa siswa yang minta atas kemauannya sendiri pindah ke program reguler menjadi suatu indikasi adanya sesuatu yang kurang tepat. Kalau sudah seperti ini, siapa yang akan disalahkan? Tentunya di sini tidak akan dicari ini kesalahan siapa, tapi lebih mencari alternatif jalan tembus atau modifikasi pembelajaran seperti yang sudah tertulis diatas.
Latihan-latihan mengerjakan soal untuk tiap-tiap standar kompetensi harus lebih banyak diberlakukan oleh para siswa diluar jam wajib. Efek psikologis sosial yang akan muncul pada siswa program akselerasi kiranya perlu dipertimbangkan. Kesadaran, ketekunan, kasih sayang, kesantunan, dorongan motivasi positif yang tinggi dari para guru maupun orang tua sangat diperlukan. Kerjasama yang saling mengerti antara orang tua, siswa dan sekolah merupakan hal wajib yang harus dijunjung tinggi. Tiada kesuksesan merupakan hasil kerja sendiri, semua bersinergi tanpa ada yang merasa paling tinggi atau rendah sekali.

Akselerasi adalah suatu proses percepatan (acceleration) pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik yang memiliki kemampuan luar biasa (unggul) dalam rangka mencapai target kurikulum Nasional dengan mempertahankan mutu pendidikan sehingga mencapai hasil yang optimal. Dengan kata lain peserta didik dapat menyesuaikan cara belajarnya lebih cepat dari siswa lainnya (siswa yang mengikuti program reguler).
Beberapa intervensi pengajaran yang kemungkinan tepat dengan definisi akselerasi, sebagai berikut:
1. Siswa masuk sekolah dalam usia yang lebih mudah dari persyaratan yang telah ditentukan.
2. Siswa dipromosikan ke kelas yang lebih tinggi dari penempatan kelas yang normal pada akhir tahun pelajaran.
3. Siswa diberi materi pelajaran yang sesuai dengan prestasi yang mampu dicapainya.
4. Siswa diperkenalkan pada materi pelajaran untuk kemajuan dirinya.
5. Siswa ditempatkan dalam kelas yang lebih tinggi, khusus untuk mata pelajaran tertentu.
6. Siswa melaju pesat dengan kurikulum yang dirancang dengan mengurangi sejumlah aktivitas.
7. Siswa menggunakan waktu yang kurang dari biasanya dengan menyelesaikan studi.
8. Siswa diperkenalkan pada seorang mentor berpengalaman dan mahir.
9. Siswa mengikuti kegiatan khusus dengan instruksi tingkat mahir.
10. Siswa mengambil kursus untuk tingkat tertentu atau yang lebih tinggi.
11. Siswa mengambil kursus di sekolah menengah dan mengambil ujian untuk dapat kredit.
12. Siswa memperoleh kredit atas keberhasilannya menyelesaikan tes.
13. Siswa mengambil kursus tingkat SMA atau Perguruan Tinggi secara tertulis, baik melalui Pos atau Video.

Peran Orang Tua Terhadap Pendidikan
Anak dalam proses perkembangannya menuju kepada kedewasaan memerlukan perhatian dari kaum pendidikan, hal ini dimaksudkan untuk memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan anak agar ia tumbuh menjadi manusia yang mandiri.
Setiap perkembangan manusia bukan dimulai dari perkembangan “aku” tetapi dari “kita”, karena diasuh oleh dan bergantung kepada manusia lain. Karena adanya manusia lain itulah manusia berkembang. Sosialisasi dimulai dengan adaptasi terhadap lingkungannya yang merupakan suatu ikatan yang esensial untuk eksistensi psikisnya. Perkembangan sosial seseorang adalah perjuangannya untuk menjadi suatu identitas dengan hak-hak dan kewajibannya dalam mempertahankan dirinya.
Manusia belajar, tumbuh, dan berkembang dari pengalaman yang diperolehnya melalui kehidupan keluarga, untuk sampai pada penemuan bagaimana ia menempatkan dirinya kedalam keseluruhan kehidupan. Pendidikan anak sangat penting dimulai dari lingkungan keluarga karena dari rumahlah ditumbuhkan rasa kepedulian, kesadaran, dan pengertian dasar tentan totalitas lingkungan. Dari sinilah orang tua harus belajar memahami setiap pertumbuhan anak agar sesuai dengan kebutuhan si anak.

Perlu diingat bahwa setiap anak lahir dengan bakat, potensi, kemampuan, talenta serta sikap dan sifat yang berbeda. Karenanya potensi anak yang sangat beragam dalam berbagai bidang dengan berbagai taraf dan jenis intelegensinya, yang dibesarkan pula dalam berbagai kondisi ekonomi, social, psikologis, budaya, serta alam biologis yang berbeda, harus diupayakan dipenuhi kebutuhannya oleh keluarga agar bimbingannya terjadi sesuai dengan taraf perkembangan anak. Wallahu A’lam Bisshowab.

(sumber: suara hismag Edisi Idul Adhah 2010)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

petanggalan

Desember 2010
S S R K J S M
« Okt   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.